Buruknya Pelayanan RSUD Selasih

Petugas Tak jalankan SOP dan Abaikan Hak Pasien

Selasa,04 November 2014 | 10:23:00
Petugas Tak jalankan SOP dan Abaikan Hak Pasien
Ket Foto : RSUD Selasih Pangkalan Kerinci

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) - Kekecewaan yang besar dirasakan oleh keluarga Dahniar (42), pasien melahirkan terhadap RSUD Selasih karena tidak mendapatkan pelayanan yang selayaknya dari petugas medis RS milik Pemerintah Daerah itu, kedatangan ke institusi kesehatan yang dipimpim oleh dr Ahmad Krinien ini rupanyan bukan jawaban atas persoalan yang dialaminya.

Rupanya Dahniar tidak sendiri, masih banyak kekecewaan kecewaan yang kadang lebih berat dirasakan oleh pasien lain di RSUD Selasih ini,salah satu nya dialami oleh Syafrizal (44), beberapa waktu yang lalu, dirinya yang mengalami sesak nafas datang ke RSUD untuk berobat, karena penyakit yang di deritanya sesak nafas, maka pengobatannya ditangani di poli paru.

Di sini lah rasa sebagai pengguna layanan kesehatan dari RS milik pemerintah ini bermula, merasa terabaikan dan di rendahkan tentunya menjadi catatan pahit yang tak terlupakan oleh Ayu, istri tercinta yang menjaga setiap saat kala itu.

“Suami saya sesak nafas, kami di tangani di poli paru,”kenang Ayu memulai cerita

Untuk memulihkan kondisi Syafrizal yang semakin melemah di butuhkan bantuan infus, pemasangan infus tidak berjalan seperti yang dipikiran Ayu, berkali kali perawat menusuk kan jarumnya, berkali kali pula dicabutnya kembali, sehingga menyebabkan tangan sang suami terlihat membiru.

“Jelas sekali mereka tidak mengerti  cara memasukkan jarum infus itu ke pembuluh darah, sampai membiru tangan suami saya ketika itu, karena perawat tidak juga menemukan pembuluh darahnya, “lanjut Ayu

Walau akhirnya berhasil, namun di dunia medis itu tidak mengenal kata coba coba semuanya membutuhkan kepastian, apalagi kesalahan sedikit bisa berakibat fatal, seharusnya perawat itu tahu apa yang dilakukannya.

“Kalau saya lihat mereka memang tidak tahu apa yang mereka lakukan,”katanya

Selang beberapa waktu setelah itu, tangan Syafrizal mengucurkan banyak darah karena jarum untuk memasukkan infus terlepas, kepanikan dirasakan oleh kedua suami istri ini di salah satu poli di RSUD ini.

“Karena darah banyak keluar dari tangan suami saya, kami pun panik, saya langsung bergegas menuju meja perawat yang piket waktu itu, ada tiga orang perawat disana, ketika saya menyampaikan keluhan saya dan minta pertolongan perawat untuk memberikan perawatan segera, malah saya diacuhkan saja, walau berkali kali saya memohon kepada mereka,,” ujar Ayu dengan nada meninggi mengingat kejadian yang menyayat hati itu.

Dipastikan Ayu, ketika hal itu terjadi tepat pada pukul 10 malam, ketiga perawat jaga tengah asyik menonton teve, mungkin jam segitu biasa dipergunakan untuk istirahat bagi petugas jaga malam.

“Waktu itu mereka tengah asyik menonton teve, omongan saya seperti tak di dengar mereka,” tambahnya

Setelah berulang kali, Ayu meminta dengan penuh memohon, akhirnya salah seorang perawat yang bernama Anggi bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke kamar pasien, bukan nya terbantu oleh perawat ini, melainkan kalimat kelimat tak pantas bagi seorang perawat meluncur datar dari mulutnya.

“Massa Allah, omongan perawat itu, bukannya membantu malah suami saya di bilangnya jangan lasak, dan kami dipersilakannya pulang dan rawat di rumah, malah kami di suruhnya menyiram darah yang bercecern itu, jadi apa tugas dia sebagai perawat di RS itu,” beber Ayu dengan nada kesal

Tak terima dengan perlakuan perawat itu, Ayu pun terpancing emosi, cekcok antar dua kepentingan berbeda ini tak terhindarkan, sebagai seorang pasien tentu Ayu menuntut haknya, ironisnya perawat kembali melontarkan kata kata keengganannya mengurusi pasien ini,

“Di bilangnya sama kami, dia malas ngurus kami,itu kan tugas dia, perawat itu kan sudah di gaji negara” imbuhnya

Tak merasa nyaman lagi berada di lingkungan yang tak bersahabat itu, keluarga Ayu akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah, keesokan harinya Syarizal dibawa berobat ke RS rifin Ahmad Pekanbaru. Setelah mendapatkan perawatan intensif di sana, suami bu Ayu ni pun sudah sembuh namun peristiwa di poli paru RSUD Selasih tak bisa hilang begitu saja.

“Kapok lah pokoknya, kalau bisa dihindari, ya dihindari la berobat di RSUD Selasih ini, selagi sikap mereka kepada pasien belum berubah tetap akan sama, kekecewaan yang akan di terima.

Ketika hal ini di konfirmasi kepada Dirut RSUD Selasih, dr Ahmad Krinein via nomor kontak selulernya, mantan Kabid Pelayanan Medis RSUD Selasih ini tengah taksiah, dan berjanji untuk menghubungi kembali, namun sampai saat beriita ini naik ke meja redaksi belum ada keterangan resmi dari dr Krinein.

Wartawan : Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus