Harris Layak Untuk Periode ke-2

Selasa,30 September 2014 | 05:16:00
Harris Layak Untuk Periode ke-2
Ket Foto : Pimpinan Umum Seputar Pelalawan, Asnol Mubarack M.Si

 

Suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan tidak berapa lama lagi. Medio 2016 pertarungan memperebutkan kursi bupati pun akan dimulai. Saat ini pembicaraan siapa yang akan maju tidak hanya hangat dikalangan bawah, tetapi juga menjadi perbincangan di level atas.

Sampai saat ini, Mahkamah Konstitusi (MK) masih menggelar sidang putusan terhadap permohonan gugatan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPD, DPR dan DPRD (MD3) hari ini, Senin (29/9/2014).

Beda memang dengan sistim pemilihan yang akan dilakukan pada 2016 mendatang. Dimana UU Pilkada memutuskan dewan yang memiliki hak penuh untuk menentukan siapa yang berhak untuk menduduki kursi bupati. Tak ada lagi pesta rakyat, karena yang akan memilih kepala daerah adalah anggota dewan.

Memang, sistim pemilihan tidak langsung ini masih menjadi perdebatan. Namun semua itu sudah disahkan, tinggal menjalankan saja amanah UU tersebut. Lantas, siapa yang akan berpeluang untuk menduduki kursi bupati Pelalawan?

Merujuk kepada kekuatan partai, sepertinya peluang itu ada di tangan HM Harris -bupati incumbent. 11 kursi yang diperoleh Partai Golkar di DPRD Pelalawan, sepertinya tidak terlalu sulit untuk mencari tambahan dukungan. 7 atau 8 kursi saja yang masuk bergabung dengan Golkar, ini akan melempangkan jalan Harris untuk mempertahankan kursi bupati yang kini ia duduki.

Apalagi apabila orang nomor satu di Partai Golkar itu dapat mempertahankan dukungan partai parati yang mendukungnya di Pilkada 2011, tentunya periode kedua pemerintahan putra Langgam ini di depan mata.

Peluang lainnya, juga bisa berasal dari dukungan Partai Koaalisi Merah Putih yang sangat solid di tingkat pusat, tinggal apakah bisa diimplementasikan di tingkat daerah. 

Pandangan dari banyak kalangan, posisi HM Harris selaku incumbent menguatkan posisinya untuk mempertahankan 'singgasana' Bupati Pelalawan. Selain didukung kekuatan partai, ia juga memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Tinggal lagi bagaimana ia melakukan lobi politik untuk mendapat dukungan yang signifikan di DPRD.

Merujuk kepada kepiawaian dan kemampuan Harris dalam politik, tentu hal seperti itu tidak akan menyulitkan baginya. Apalagi suara terbanyak di partai yang ia pimpin.

Namun apakah peluang bagi penantang baru di Pilkada nanti tidak ada ? peluang nya selalau saja ada, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin, 35 anggota dewan adalah politisi yang mendapatkan jabatan politik, peta politik bisa saja berubah, tergantung kepada kepiawaian orang  yang memainkannya.

Apalagi, UU Pilkada belum lah final, masih ada keputusan MK apakah diterima atau di tolak gugatannya oleh banyak pihak yang tidak setuju pilkada di dewan.

Jika MK mengembalikan Pilkada secara langsung, maka peluangnya  penantang lain akan sama besar dengan incumbent. Bagaimana dinamika politik kedepan, sepertinya akan sangat seru, dan menarik untuk disimak. Mari kita tunggu !

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus