PT.RGMS Ingkari Kesepakatan Bersama Ninik Mamak Batin Kerinci

Kamis,21 Agustus 2014 | 02:44:00
PT.RGMS Ingkari Kesepakatan Bersama Ninik Mamak Batin Kerinci
Ket Foto : Tugu Kijang Bandar Seikijang

BANDAR SEIKIJANG (PelalawanNews.com) – Anak kemenakan Batin Kerinci murka, pasalnya PT. Raja Garuda Mas Sejati anak perusahaan RAPP ini di nilai telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat bersama di depan notaris pada tanggal 18 Juni 2014 di ingkari oleh pihak perusahaan.
Di dalam kesepakatan di sebutkan bahwa pihak perusahaan berkewajiban membayar uang pacung alas pengisi adat dengan nilai sepuluh juta per hektar dari luas lahan yang aka di tanami pohon sebesar 2.100 hektar.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengisi Adat, Bustami kepada SP mengatakan bahwa berdasarkan pertemuan dengan pihak perusahaan pada bulan Juni lalu di depan Notaris telah di sepakati oleh perusahaan bahwa uang pacung alas akan dibayar secepatnya oleh perusahaan kepada ninik mamak.
“Pada tahun 2012 yang lalu sudah dilakukan pertemuan antara ninik mamak dengan pihak perusahaan untuk pembayaran uang pacung alas itu, kemudian di tindak lanjuti lagi pada pertemuan kedua bulan Juni lalu di depan notaris dengan kesepakatan pihak perusahaan bersedia membayarnya, namun sayangnya mereka mengingkari perjanjian itu, dan membuat kami ninik mamak mereka kecewa dengan sikap perusahaan,” tuturnya
Atas kesepakatan sejak tahun 2012 itu lah, para ninik mamak Batin Kerinci bersedia memberikan izin kepada pihak perusahaan untuk mengolah tanah ulayat untuk dijadikan kebun Aksia guna menyupali kebutuhan bahan baku industri kertas RAPP.
“Sebagai kompensasi untuk mengolah lahan ulayat itu, para ninik mamak yang diwakili oleh H Atan Azis, H Dahlan, H Salim dan Kades Seikijang waktu itu H alm H Ibrahim meminta perusahaan untuk membayar apa yang diminta masyarakat, dan perusahaan telah menyanggupinya waktu itu,” jelasnya
Untuk mengatur kelancaran kesepakatan yang di buat, para ninik mamak membentuk Kepanitian Pasung Adat yang beranggotakan anak jantan,anak batino, oang sumondo, tokoh masyarakat dan ninik mamak dan ikut juga di dalam nya empat kepala pemerintahan Desa di Kecamatan Bandar Seikijang.
“Setelah di adakannya pertemuan yang diikuti oleh keempat kades, camat dan Kapolsek Bandar Seikijang diputuskan lah pada waktu itu PT RGMS membayar uang pacung alas dengan total 21 Miliar untuk dibagikan kepada 2.000 orang anak kemenakan,” bebernya
Pada tanggal 18 Juni 2014 diadakanlah MoU antara perusahaan dengan ninik mamak dan 35 panitia pacung alas di hadapan  Notaris Iprianto SH MH Pekanbaru, disepakati secepat dalam waktu 18 hari sudah dibayarkan sejumlah uang yang disepakati bersama itu.
“ Dalam perjanjian itu juga di sbeutkan bahwa selambat lambatnya satu bulan setelah kesepakatan itu batas akhir pembayaran uang pacung adat itu, namun sampai saat ini sudah hampir dua bulan uang yang disepakati itu tidak juga dibayarkan, dan itu kita anggap pengingkaran perusahaan atas kesepakatan yang disepakti bersama ninik mamak, dan sama halnya juga pihak perusahaan tidak menghargai pemangku adat di wilayah operasional mereka, dan kami sangat kecewa,” kesalnya
Berdasarkan hasil rapat antara antara ninik mamak dan panitia pasung adat, di diputuskan bahwa anak kemenakan batin Keirnci akan menutup akses jalan perusahaan dan menghentikan semua kegiatan operasional perusahaan di lahan milik ulayat itu.
“Sampai adanya pembayaran semua kegiatan perusahaan akan dihentikan,” pungkasnya( Yanto)


 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus