Kejar Gelar Sarjana

Mahasiswa UT Pokjar Pelalawan Keluhnya Pungutan yang Tak Jelas

Kamis,19 Juni 2014 | 11:31:00
Mahasiswa UT Pokjar Pelalawan Keluhnya Pungutan yang Tak Jelas
Ket Foto : Universitas Terbuka

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com) - Untuk meningkatkan kualitas pelajaran yang akan diberikan oleh para tenaga pendidik kepada para peserta didik, pemerintah telah mewajibkan para guru untuk meningkatkan kualifikasinya sehingga persyaratan proses sertifikasi kompetensi guru di masing masing jenjang pendidikan terpenuhi.

Atas dasar itu, para tenaga pendidik mulai berlomba lomba meng up grade pendidikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian pendidikan. Satu satunya cara adalah dengan meneruskan pendidikan ke ke tingkat perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana.

Mahalnya biaya kuliah serta kewajiban sebagai seorang pendidik yang tidak boleh di tinggalkan, Universitas Terbuka (UT) menjadi alternatif para guru untuk mengejar impian meraih gelar sarjana. Alasannya UT sebagai penyelenggara pendidikan dengan biaya yang relatif murah disamping juga sebagai pengelola alokasi beasiswa dari pemerintah untuk para guru dan memiliki proses belajar yang fleksibel sehingga para guru tidak perlu sering sering keluar kelas juntuk kuliah.

Untuk Kabupaten Pelalawan, kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan membentuk Kelompok belajar (Pokjar) yakni Pokjar Pelalawan. Yang menjadi fasilitasor kelancaran proses perkuliahan bagi mahasiswa UT yang berlatar belakang tenga pendidik ini.

Namun dalam pelaksanaannya, berbagai rintangan sering ditemui untuk meningkatkan kualifikasi para guru ini, pungutan pungutan yang tidak berdasar pun diharusi dalam perjalanan perjuangan para pahlawan tanpa jasa ini meraih predikat sarjana.

“Nilai kami tidak keluar, ketika kami tanya kan kepada pengurus Pokjar di Disdik, alasan nya nilai tidak keluar karena kami tidak lulus, agar bisa lulus kami diharuskan membayar uang sejumlah satu juta rupiah untuk diurus agar bisa keluar nilai,” ungkap salah seorang mahasiswa UT Pokjar Pelalawan yang tidak mau disebutkan namanya

Diakui oleh sumber ini, uang yang diberikan tersebut tanpa kuitansi serah terima, yang diterima oleh pengurus pokjar Pelalawan, padahal uang sejumlah itu sangat besar artinya bagi para guru yang rata rata masih berstatus honorer itu.

“Awal nya karena kami dinyatakan tidak lulus tentunya kami terima saja diminta uang satu juta untuk pengurusan agar nilai bisa keluar,”bebernya

Namun setelah di cek ke Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka   (UPBJJ-UT) Pekanbaru, bahwa nilai para mahasiswa yang tergabung dalam Pokjar Pelalawan sebagian besar telah keluar dan dinyatakan lulus.

“Ketika di cek ke Pekanbaru, nilai kami keluar kok, nggak ada bayar bayar, kenapa pokjar meminta sejumlah uang kepada kami, dari UT Pekanbaru tidak ada bayar bayar seperti itu,” lanjut sumber ini.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Reza, salah seorang staff di Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka   (UPBJJ-UT) Pekanbaru, membenarkan adnaya laporan dari mahasiswa pokjar Pelalawan terkait adanya pungutan untuk mengeluarkan nilai.

“Ya, kami menerima laporan dari mahasiswa, namun mereka tidak memiliki bukti serah terima uang itu,” akunya

Lebih lanjut dikatakan Reza, laporan adanya pungutan tersebut datang dari mahasiswa tingkat akhir yang tengah mengerjakan Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang pada program sarjana di perguruan tinggi lain sama dengan menyusun skripsi. Proses pemberian nilai itu merupakan urusan penguji sidang.

“Kami tidak ikut campur urusan nilai itu, semuanya hak penguji sidang, kalau tidak lulus ya ngulang,”tegasnya

Sementara itu Ketua Pokjar Pelalawan, Mahnizar membantah telah memungut uang tambahan untuk pengurusan nilai mahasiswa ke UT di Pekanbaru maupun di pusat. Kapasitasnya sebagai pokjar hanya membantu memfasilitasi kelancaran proses perkuliahan mahasiswa UT di Kabupaten Pelalawan.

“Saya tidak pernah berhubungan dengan mahasiswa, apa lagi meminta uang sebagaimana yang dituduhkan itu,” jelasnya

Diakui mahnizar, dirinya juga telah diberi tahukan oleh pihak UT Pekanbaru perihal adanya laporan mahasiswa yang mengeluhkan pungutan yang dilakukan pokjar.

“Saya sudah di kasih tahu oleh UT Pekanbaru mengenai hal ini, tapi saya siap di konfrontir dengan seluruh mahasiswa sebnayak lebih kurang 45 mahasiswa tingkat akhir, apakah saya meminta atau tidak,” tuturnya

Namun sebagai ketua pokjar, yang memiliki tanggung jawab untuk membantu mahasiswa agar bisa mengejar target memperoleh gelar sarjana nya itu, tidak menampik ada anggota pokjar yang menerima bantuan transportasi dari mahasiswa.

“Kita kan membantu, kalau mereka juga mau membantu kita, seperti biaya transportasi, ya kita terima,” pungkasnya ****

Penulis : Joe Kampe

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus