Disperindag Bau Minyak ?

Selasa,13 Mei 2014 | 10:01:00
Disperindag Bau Minyak ?
Ket Foto : Apon hadiwijaya

Nabi mengatakan bahwa usaha yang sangat disukai dalam Islan adalah berdagang, namun usaha itu haruslah berazaskan kejujuran, profesi sebagai pedagang atau istilah kerennya saat ini pebisnis adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pasar (masyarakat), tanpa adanya pedagang, sangat mustahil semua kebutuhan indivisdu di usahakan oleh dirinya sendiri.

Namun, dengan besarnya kebutuhan masyarakat akan suatu barang, yang hanya dapat dipenuhi oleh segelintir orang saja, dapat membuka celah perbuatan curang atau ketidak jujuran dalam perdagangan.

Dewasa ini untuk melindungi hak hak masyarakat sebagai konsumen yang bergantung akan ketersediaan barang yang di sediakan oleh produsen, distributor atau pengecer, Pemerintah telah membuat aturan yang jelas serta lembaga lembaga pemerintah untuk mengawasi jalannya sebuah perdagangan, di daerah pengawasan perdagangan berada di bawah kendali Dinas Perindustrian dan perdagangan, instansi inilah yang bertanggung jawab akan hak hak konsumen yang harus dipenuhi oleh pelaku perdagangan di daerah.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sering kali memicu aksi unjuk rasa besar besaran di seantero negeri, walau hanya kenaikan 500 rupiah sekalipun, mahasiswa, para buruh, petani, pegawai kantoran, ibu rumah tangga dan pelaku industri pun menjerit karena bakal diprediksi akan meningkatnya coast belanja setiap harinya.

Permasalahan ketersediaan BBM bukan hanya sampai gejolak kenaikan harga saja, perilaku curang oleh Stasiun Pengisisan Bahan bakar Umum (SPBU) dengan menabrak ketentuan ketentuan pendistribusian BBM, seperti melayani pemburu minyak berjerigen maupun melayani kebutuhan BBM untuk industri yang pada akhirnya kebutuhan masyarakat umum juga yang dirugikan.

Untuk para pemburu BBM bererigen, mereka hanya dibatasi hanya boleh satu jerigen perhari dengan membawa surat rekomendasi dari camat setempat, namun fakta di lapangan terlihat antrian panjang pengendara motor dan mobil pribadi disalib oleh pemburu pemburu BBM dengan menenteng lima sampai enam jerigen sekali datang, belum lagi yang datang nya nyicil, satu satu, petugas SPBU tetap melayani tanpa secarik kertas dari aparat pemerintah setempat.

Semua seakan sengaja dibiarkan, sangat mustahil pejabat yang berwenang tidak mengetahui akan fenomena ini yang telah berlangsung lama dan sudah terang terangan dilakukan oleh pihak SPBU, namun instansi hanya bersikap fasip menutup mata, enggan melihat dengan mata hati kebutuhan masyarakat negeri ini yang terkorbannya.

Bukan hanya tutup mata, Kadisperindag yang diminta komentarnya mengenai pelanggaran aturan perdagangan di SPBU SPBU pun memilih mengambil sikap tutup mulut, sikap seperti menimbulkan kesan aroma bau minyak yang akan keluar dari mulut pengambil kebijakan perdagangan di negeri seiya sekata ini jika komentar keluar nanti.

Masalah pendistribusian BBM di SPBU kepada masyarakat merupakan tugas dan tanggung jawabnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, jika ada sesuatu yang tidak beres pada setiap asfek perdagangan, yang harus bertanggung jawab penuh adalah Kadisperindagnya, jika masyarakat  terabaikan haknya, yang bertanggung jawab adalah Kadisperindag.

Tulis Komentar
comments powered by Disqus