Pemkab 'Kentut' di Pelalawan Cerdas (1)

TL : Proyek Besar Butuh Dana Besar

Selasa,13 Mei 2014 | 09:40:00
TL : Proyek Besar Butuh Dana Besar
Ket Foto : Maket ST2P Pelalawan

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com)-Seperti kentut, berbunyi tapi tak berbau. Program Pelalawan Cerdas lewat mega proyek STTP mulai jadi pergunjingan banyak pihak.

Untuk merubah wajah Kabupaten Pelalawan menjadi kota megapolitan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggesa semua proyek “prestisius” dalam waktu yang bersamaan. Tujuh program unggulan dibentangkan. Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, tekhnopolitan, dan lainnya, diyakini akan membuat pembangunan daerah ini melejit bak roket.

Namun begitu, banyak pihak yang khawatir kalau mengangkasanya berbagai program Pemkab Pelalawan itu meninggalkan asap hitam yang akan membua 'batuk' para pemangku jabatan dibelakang hari.

Namun begitu, banyak pihak yang khawatir kalau mengangkasanya berbagai program Pemkab Pelalawan itu meninggalkan asap hitam yang akan membua 'batuk' para pemangku jabatan dibelakang hari.

Soal program Pelalawan Cerdas yang sudah dikumandangkan dan digadang-gadang menjadi solusi untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan di Negeri Seiya Sekata ini. Pembebasan biaya sekolah dari tingkat SD sampai SMA telah dijalankan, walaupun disana sini masih ada kutipan dengan berbagai argumen dan alasan dari peneyelenggara pendidikan.

Kemudian, program pemerintah pusat untuk membangun sebuah akademi yang tujuannya untuk menciptakan SDM profesional, ditangkap langsung oleh Pemkab Pelalawan. Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) menjadi bukti keinginan Pemkab untuk memajukan dunia pendidikan.

Berdirinya AKNP tidak menjadikan Pemerintahan di bawah kepemimpinan HM Ha rris berpuas hati. Mimpi prestisius untuk membangun Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (STTP) menjadi harga mati yang harus direalisasikan.

Namun, keinginan Pemkab Pelalawan dihadang oleh Moratorium Dikti yang tidak akan memverifikasi pendirian Sekolah tinggi tersebut sampai tahun2015. Artinya, jurus kilat yang dilakukan Pemkab dalam semua program pembangunan tidak berlaku pada pemdirian STTP dibawah payung Yayasan Setia Amanah.

Berdasaran investigasi PelalawanNews.com, diketahui kalau Pemkab Pelalawan telah menggelontorkan dana yang diambil dari APBD untuk mempersiapkan pendirian STTP yang sampai saat ini belum tampak wujudnya, bahkan dalam bentuk mini sekali pun.

Lantas, kemana dana yang dikucurkan itu perginya? Sejauh mana evaluasi dewan selama ini? Apakah ini tidak menyalahi aturan? Ini yang memunculkan tanya di hati masyarakat Pelalawan sekarang.

Tokoh masyarakat Riau HT Lukman Jaafar yang diminta komentarnya mengaku tidak begitu memahami persoalan. Namun, kalau soal STTP, dikatakan pria yang akrab disapa Pak TL ini sedang dalam proses.

"Karena proyeknya besar, tentu prosesnya lama. Izin, pembebasan lahan, pembangunan fisiknya, izin mendirikan perguruan tingginya, dan lain sebagainya. Hanya sebatas itu yang saya dapat kabar," ungkap Pak TL yang dalam struktur yayasan bertindak selaku pengawas.

 Wajar kalau kemudian mega proyek ini memunculkan tanya. Sebab, dalam proyek itu banyak menyedot tenaga, pikiran dan dana. Apalagi sebagian besar dana Pemkab sudah dianggarkan untuk pelaksanaan proyek tersebut di Langgam.

Soal calon dosen yang kini disekolah Pemkab ke luar negeri, Pak TL mengatakan itu merupakan bagian dari proses persiapan. "Seperti yang saya katakan tadi, prosesnya akan memakan waktu lama. Katanya Pemkab akan berusaha mengambil dana APBN untuk proyek-proyek besar di Pelalawan. Entah iya entah tidak, kita tak tau," tukas mantan Sekdaprop Riau ini .

M Yasir/ Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus