Masa depan mahasiswa menjadi tidak jelas

Jurusan Agro Industri AKNP Dibubarkan

Selasa,13 Mei 2014 | 09:33:00
Jurusan Agro Industri AKNP Dibubarkan
Ket Foto : Kampus AKNPPelalawan

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com )-Sejumlah mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) mulai reah dengan masa depannya di kampus kebanggaan Pemda Pelalawan, pasalnya almameter tempat mereka menuntut ilmu di ragukan keabsahannya.

Sebagai sebuah kampus yang digadang gadangkan akan menciptakan para profesional di bidang industri terutama yang berhubungan dengan keunggulan yang dimiliki Kabupaten Pelalawan malah sering menciptakan polemik dibandingkan prestasi. Diawal pendiriannya Pemda nekat menerebos aturan administrasi demi tujuan mewujudkan sebuah perguruan tinggi di daerah bekas pemekaran Kabupaten Kampar ini.

Tanpa surat izin pendriannya, AKNP sudah melaksanakan penerimaan mahasiswa baru untuk perdana nya, untungnya sejalan dengan program pemerintah pusat untuk membangun Akademi Komunitas, AKNP pun disetujui, nasib mahasiswa yang terlanjur mendaftarpun terselamatkan.

Kini lepas dari mulut Harimau disambut buasnya mulut Buaya, satu persatu mahasiswa jurusan Agro Industri AKNP mulai undur diri dari kampus eks Dinas cipta Karya Kabupaten Pelalawan, kabar yang beredar bahwa Direktorat Pendidikan Tinggi tidak mengakui status jurusan Agro Industri AKNP itu.

Mwnurut salah seorang mahasiswa jurusan Agro Industri AKNP, Indra kepada PelalawanNews.com mengatakan bahwa jurusan yang diambilnya itu tidak diakui oleh Dikti, sehingga dirinya bersama rekan rekan satu jurusannya menjadi resah dengan masa depan mereka.

“Dari 21 mahasiswa agro industri, tinggal 13 mahasiswa yang bertahan, sisanya sudah keluar karena status jurusan kami yang tidak jelas,”jelasnya

Masih menurut Indra,atas ketidak jelasan nasib pendidikan mereka, sejumlah mahasiswa tersisa telahj mengadakan pertemuan dengan pihak kampus yang diwakili oleh Wakil Direktur (Wadir II), dari penjelasan pihak kampus, mahasiswa agro Industri diminta bersabar atas masalah yang dihadapi, menunggu hasil koordinasi pihak AKNP dengan berbagai pihak agar diakuinya jurusan Agro Industri.

“Kepada kami tidak diberikan keadaan yang sebenarnya atas masalah yang tengah dihadapi, kami hanya diminta bersabar saja, namun sampai kapan, kami tidak tahu,” lanjutnya

Kekecewaan mahasiswa atas sikap pengurus AKNP, Dinas Pendidikan dan Pemda Pelalawan yang menjanjikan mendatangkan tenaga pengajar yang berkompeten dan terakreditasi jauh panggang dari api, dosen dosen yang tertera di brosur penerimaan dengan gelar gelar akademik mumpuni berbeda dengan yang memberikan mata kuliah di kelas.

“Jangan kan bergelar Profesor dan doktor yang mengajar kami sebagaimana tercantum di brosur waktu penerimaan dulu, kini hanya diajar oleh guru honorer SMK,” bebernya

Pembukaan  jurusan agro industri di AKNP bekerjasama dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM), namun belakangan diketahui universitas yang berpusat di Kuala Lumpur itu menarik diri menaungi AKNP Pelalawan, kemudian mahsiswa di kasih angin segar dengan mengatakan AKNP telah menjalin kerjasama dengan Politeknik Padang.

“Setelah kami cari informasi dengan kawan kawan yang kuliah di Politeknik Padanag tidak ada jurusan agroindustri di kampus mereka, ini kan aneh jadinya,” sambungnya

Kepada mahasiswa, pihak kampus

Telah menjanjikan akan mengclearkan masalah itu dalam minggu ini, jika janji tersebut tidak di tepati maka mahasiswa akan melakukan demo meminta pertanggung jawaban kampus dan Disdik Pelalawan.

“Walau sekarang AKNP sudah lepas dari naungan Disdik, tapi waktu kami masuk dulu kan ada jaminan jaminan disdik, jadi Disdik tidak boleh lepas tangan dengan masa depan kami,” ujarnya

Mahasiswa berharap Pemda Pelalawan segera menyelesaikan permasalahan ini secepatnya, agar mahasiswa dapat kembali belajar dengan tenang.

“Kami kan udah belajar agro industri satu tahun, praktek satu semester, dan sekarang kami diminta pindah jurusan mengulang dari awal dengan sistem pemadatan materi, gimana pun sistemnya kami jelas dirugikan,” keluhnya

 

Sementara itu, Direktur AKNP Mukhtarius M.Pd saat dihubungi PelalawanNews.com mengatakan bahwa permasalahan jurusan Agro Industri AKNP Pelalawan sudah menemui titik temu setelah adanya pertenuan antara pihak AKNP dengan mahasiswa dan juga dari pihak Politeknik Padang yang bertindak sebagai pembina.

“Pada dasarnya kita hanya menjalankan mekanisme yang ditetapkan oleh Dikti dan Politeknik Padang sebagai pembina, niat kita mendirikan jurusan Agro Industri dilatar belakangi potensi daerah kita yang membutuhkan para prafesional di bidang agro, kalau saat ini belum disetujui, mungkin di msa akan datang akan kita lengkapi syarat syaratnya, untuk mahasiswa yang jurusan Agro industri sekarang sudah ada kesepakatan mereka bersedia pindah jurusan,pungkasnya

Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus