Disperindag Bungkam

SPBU KM 5 Langgam Layani Pemburu BBM Berjerigen

Selasa,13 Mei 2014 | 10:04:00
SPBU KM 5 Langgam Layani Pemburu BBM Berjerigen
Ket Foto : SPBU di KM 5 Langgam melayani pemburu BBM berjerigen,

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com ) Pemburu BBM pakai Jerigen kembali marak di SPBU. Disperindag Pelalawan enggan mengomentari. Ada apa?

Siang itu, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) KM 5 (dekat Dinas Perhubungan Pelalawan), suasana terlihat ramai.

Panas Matahari yang begitu terasa membuat sebahagian konsumen menggerutu. Antrian panjang lantaran SPBU tersebut melayani pemebeli pakai jerigen menjadi alasan utama. “Sudah lah panas, lama lagi,” gerutu salah seorang konsumen yang berada dibarisan tengah antrian.

Maraknya ‘pemburu’ BBM yang menggunakan Jerigen tersebut, membuat resah warga. Selain memperlambat warga yang hendak mengisi BBM, kegiatan tersebut juga telah memunculkan spekulasi kalau ada oknum yang hendak mengeruk keuntungan pribadi.

Sementara, jauh sebelum ini, Pertamina sudah menegaskan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk tidak melayani pembelian BBM khususnya bensin bersubsidi dengan menggunakan jerigen. Pelarangan itu dilakukan karena melanggar peraturan yang sudah ditetapkan dan menjaga keselamatan bersama.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu. Perpres itu secara detail dituangkan dalam Permen.

Ketua LSM Wahana Nusantara Wan Zulham yang dihubungi PelalawanNews.com pekan lalu mengatakan, pembelian BBM dengan Jerigen sangat merugikan masyarakat. Oleh sebab itu, pihak terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pelalawan harus menindak tegas SPBU yang melayani pengisian BBM melalui Jerigen dengan jumlah besar. Terlebih oknum (pemburu BBM dengan Jerigen,red) yang tidak memiliki izin dari pemerintah setempat.

“Harusnya Pemkab melalui Disperindag lebih mementingkan kepentingan rakyat, bukan oknum yang sengaja melakukan pelanggaran atas aturan yang sudah dibuat. Oleh sebab itu, pembeli maupun SPBU harus diberikan sanksi,” ucap aktivis lingkungan yang kini bermastautin di Pekanbaru.

Dia juga menyebutkan, maraknya pembeli BBM dengan menggunakan Jerigen merupakan bukti pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah tidak berjalan. Namun bisa saja aparat yang bermain atau justru dinas terkait ikut menikmati ‘upeti’ yang diberikan pelaku usaha atau konsumen sendiri.

“Bisa saja dalam hal ini aparat ikut bermain, atau dinas terkait juga ikut di dalamnya. Makanya, Dinas terkait harus melakukan klarifikasi kalau ada temuan pelanggaran di lapangan. Jangan didiamkan, karena ini akan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Kapan perlu lakukan sidak ke lapangan untuk mengetahui kebenaran dari apa yang diresahkan masyarakat itu,” tukas Wan

Apa yang disangkakan Wan Zulham sepertinya sangat realitis kalau melihat keberadaan SPBU yang persis dekat dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan. Bisa jadi kondisi tersebut dibiarkan lantaran ada yang membacking jaul beli pakai Jerigen.   

Mestinya, mereka yang tidak memiliki izin dari pemerintah yang membeli BBM degan jerigen dengan jumlah besar harus ditindak, termasuk SPBUnya. Namun, kenyatannya kondisi tersebut seperti dibiarkan tanpa ada upaya untuk menertibkan.

Melihat dari kondisi di lapangan, masih banyak wilayah di Kabupaten Pelalawan yang SPBU-nya masih melayani pembeli BBM pakai Jerigen dalam jumlah besar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Pelalawan Zuherman Das yang coba dihubungi PelalawanNews.com, enggan untuk mengangkat telpon. Dan ketika permasalahan ini disampaikan lewat SMS, Zuherman membalas dengan kalimat “Maaf lain kali aja, saya lagi konsentrasi pembebahan aset”. Lantas, apakah kondisi ini akan terus terbiarkan?

M Yasir

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus