3 Tahun Kepemimpinan Harris-Marwan

Harris: Ini Bukan Mimpi, tapi Cita-cita

Selasa,08 April 2014 | 03:53:00
Harris: Ini Bukan Mimpi, tapi Cita-cita
Ket Foto :


"Kalau ingin negeri ini maju, semua pihak harus mendukung". Begitulah penggalan pantun yang dibacakan Bupati HM Harris pada saat Musrenbang Kabupaten beberapa waktu lalu.

Kalimat yang sama juga disampaikan Harris ketika SP mempertanyakan soal perkembangan pembangunan Kabupaten Pelalawan selama tiga tahun kepemimpinannya bersama H Marwan Ibrahim. "Kalau semua dilakukan secara bersama, saya yakin kemajuan itu akan tercapai," ucap Harris kepada SP yang ditemui di ruangan Sekdakab Pelalawan, Senin (7/4).

Plus minus sudah barang tentu mewarnai langkah pasangan ini dalam mendayung 'biduk' pemerintahan. Seabrek program yang sudah dicanangkan tentu tak semuanya sempurna selesai. Masih ada hambatan-hambatan yang menyebabkan suatu program itu berjalan lambat.

Hal ini diakui Harris, kalau apa yang sudah digagas dan diprogramkan itu tidak semuanya terealisasi. Nah, seberapa besar capaian keberhasilan yang ditorehkan Harris - Warman, dan mana-mana saja yang belum terlaksana, semua terangkum dalam wawancara khusus Asnol Mubarack (PU) SP dengan Bupati Pelalawan HM Harris. Berikut petikannya!

Tiga tahun memimpin Kabupaten Pelalawan, apa yang telah diupayakan untuk membangun Kabupaten pelalawan menjadi lebih baik lagi?
Sesungguhnya semua sudah tercatat dalam Musrenbang Kabupaten yang kita laksanakan beberapa waktu lalu. Dari Musrenbang ini pula kita secara bersama-sama mengidentifikasi dan menentukan prioritas kebijakan pembangunan masyarakat Pelalawan. Perencanaan pembangunan Kabupaten pelalawan ini telah melalui rangkaian panjang. Pembahasannya mulai dari tingkat desa dan kecamatan. Yang mana penyerapan aspirasi melalui Rakor camat, silahturrahmi dengan tokoh masyarakat, serta hasil reses anggota DPRD. Inilah yang kita harapkan, perencanaan pembangunan yang dihasilkan itu akan lebih berkualitas, disusun secara transparan, partisipatif dan akuntabel dengan masukan-masukan yang lebih luas.

Bisa dijelaskan?
Sebagaimana yang kita inginkan, pada tahun 2015 nanti arah pembangunan Kabupaten Pelalawan akan difokuskan pada upaya peningkatan ekonomi masyarakat menuju kemandirian. Hal ini dilakukan dengan cara  memfasilitasi permodalan, pengembangan dan pembinaan UMKM. Selain itu, peningkatan keterampilan dan manajemen usaha, menyiapkan infrastruktur pendukung, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Beberapa program seperti, Pelalawan Sehat, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, Tekhnopilitan, PPIDK, dan lainnya itu, semua sudah kita laksanakan. Tentu hasilnya tidak serta merta seperti membalik telapak tangan, butuh waktu yang panjang untuk membuat program itu bisa terealiasi sempurna.

Bagaimana dari hasil semua program yang sudah digagas tersebut?
Di bidang pendidikan misalnya, kita sudah menjalankan program pendidikan gratis sampai SLTA. Karena kita baru berbuat, tentu ada kendala dalam mewujudkannya. Pun begitu, kita tetap melakukan evaluasi, mana yang sudah baik dan mana yang harus diperbaiki. Kita targetkan pada tahun 2015 nanti semua masalah tidak ada lagi. Begitu juga dengan Pelalawan lancar. Ini kan proyek APBD. Yang namanya pembangunan saya kira sudah dilakukan sampai ke tingkat desa. Memang masih ada kita dengar keluhan dari masyarakat terkait pembangunan yang dilakukan tersebut. Pertama soal kualitas kerja, dana yang tidak tepat sasaran, dan lain sebagainya. Yang dibutuhkan masyarakat lain, yang dikerjakan lain. Ini juga kita lakukan evaluasi.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur, apa yang dilakukan Pemkab Pelalawan?
Kita punya program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kelurahan (PPIDK). Disini kita kucurkan dana ke masing-masing desa dengan sistim kerja swadaya dari masyarakat. Artinya, setiap proyek pembangunan jalan dan jembatan itu, semua dikerjakan oleh masyarakat. Dan ini jelas akan menurunkan coast. Hasilnya bisa dilihat sendiri. Banyak desa-desa yang infrastrukturnya sudah memadai. Untuk tahun depan program ini akan kita gulirkan lagi. Mudah-mudahan dengan cara ini akses antar desa itu sudah bisa tersambung.
   
Berapa jumlah dana yang dialokasikan untuk masing-masing desa tersebut?
Tergantung dari daerahnya. Untuk bagian darat kita berikan Rp400 juta perdesa, sementara untuk daerah yang sulit (tanah gambut, terisolir, dll), itu kita berikan dana sebesar Rp500 juta. Dalam APBD Perubahan dananya kita tambah lagi untuk masing-masing desa/keluarahan. Tak hanya itu, bagi desa yang sukses menjalankan program PPIDK ini (hasil bagus, dana tepat sasaran, dan lainnya), itu kita nilai dan berikan reward. Untuk juara I kita beri tambahan dana sebesar Rp150 juta, juara II Rp100 juta, dan juara III Rp75 juta. Ini sudah kita lakukan pada tahun 2013 lalu. Semua ini kita lakukan untuk memotivasi setiap desa/keluarahan agar lebih giat lagi dalam membangun desanya. Dana inilah yang dikelola oleh pemerintah desa/kelurahan untuk membangun daerahnya. Soal kualitas, saya kira jauh lebih baik hasilnya, karena dikerjakan langsung oleh masyarakat setempat.  

Upaya Pemkab sendiri untuk membantu pemerintahan di tingkat desa/kelurahan seperti apa?
Ya, belum tentu kepala desa atau lurah mampu melakukan tertib administrasi. Untuk itu, kita sudah tempatkan dua orang pembantu desa/kelurahan untuk membantu kerja-kerja kepala desa dan lurah. Tenaga pembantu ini kita ambil dari sarjana-sarjana yang belum bekerja yang tinggal di desa bersangkutan. Ini kita lakukan agar koordinasinya lebih mudah. Kalau tenaga luar desa itu yang kita tempatkan, dikhawatirkan dia tidak mengerti dengan situasi dan kondisi tempat dia diperkejakan tersebut.

Bagaimana pula munculnya gagasan untuk membangun teknopolitan yang digadang-gadang menjadi pusat teknologi itu?
Begini. Melihat ada peluang dari Program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) yang merupakan fokus pemerintah dalam pembangunan Indonesia ke depan. Fokus tersebut melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Diharapkan Indonesia menjadi 12 besar kekuatan ekonomi nantinya. Nah, kita memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Pertama, investasi di Pelalawan ini cukup besar. Bayangkan saja, pada tahun 2009-2010 jumlah invesatasi di Pelalawan ini mencapai Rp23 triliun. Ini meningkat lagi pada tahun 2010-2011 yang mencapai Rp53 triliun. Bahkan sampai tahun ini sudah mencapai Rp63 triliun. Berlandaskan potensi inilah kita punya gagasan untuk mengembangkan industri sawit. Makanya kita meminta dibuat teknopolitan di Pelalawan, dan ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Apa yang ditawarkan kepada masyarakat dengan adanya teknopolitan ini?
Disana akan menjadi pusat pendidikan dan industri. Ada perguruan tinggi, tempat riset, industri, pertanian, pertenakan, perdagangan, perumahan, perkantoran, dan lainnya. Pokoknya semua komplet. Yang paling penting itu, bagaimana kita bisa membuka peluang usaha dengan potensi yang kita miliki. Selama ini kita hanya sebatas bisa mengekspor CPO, sementara turunan produk dari CPO itu sangat banyak. Nah, kenapa ini tidak kita manfaatkan. Dengan adanya aneka industri nantinya, maka kita akan menjadi daerah yang tidak lagi hanya pandai mengekspor CPO. Tapi, sudah ada produk-produk lainnya buatan kita sendiri untuk diekspor.  

Selain itu, isu strategis seperti apa yang dikedepankan untuk bisa direaliasikan secepatnya?
Isu strategis yang dimaksud, pertama, pembangunan kawasan teknopolitan, Kedua pengembangan kawasan wisata Bono, Ketiga pembangunan jalan alternatif lintas timur, keempat pembangunan jalan lintas Bono, kelima pembangunan pelabuhan Sokoi, dan keenam mempersiapkan pembukaan konektivitas darat ke kepulauan Riau (Karimun) dan Johor (Malaysia). Adapun target capaian dari program ini bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Banyak yang menilai, geliat pembangunan selama tiga tahun kepemimpinan Anda, belum dirasakan masyarakat. Apa pendapat Anda?
Seperti yang saya sebutkan tadi, rentang waktu tiga tahun tentu belumlah cukup untuk menyempurnakan semua program yang sudah dirancang. Semua membutuhkan waktu yang lumayan lama. Yang jelas, upaya-upaya untuk memajukan daerah sudah kita lakukan. Seluruh aspirasi masyarakat dituangkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten. Kita tentu berharap Gubernur melalui Bappeda Provinsi Riau dapat menjadikan usulan yang kita sampaikan sebagai bahan masukan dan dipertimbangkan menjadi materi pembahasan dalam RPJMD Provinsi Riau 2014.

Dengan banyaknya perusahaan swasta dan daerah di Pelalawan ini, apakah bisa diharapkan membantu perkembangan pembangunan?
Jelas kita sangat berharap kepada BUMN maunpun swasta untuk bisa berperan aktif dalam mengisi dan memenuhi kebutuhan pembangunan daerah yang sangat dibutuhkan. Sebab Pemkab sendiri dalam hal ini juga memiliki keterbatasan anggaran dan sumberdaya. Makanya, tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dikenal dengan CSR merupakan startegi bisnis yang harus dijalankan perusahaan, sehingga keberadaannya tetap harmonis dengan lingkungannya. Program-program seperti itu akan lebih efektif dan berdaya guna jika dapat disinkronkan dengan program-program pembangunan yang digagas pemerintah.

Ada yang bilang, kalau semua gagasan dan ide yang disampaikan tak lebih dari sebatas mimpi. Komentar Anda?
Ini bukan mimpi, tapi sebuah cita-cita yang hendak dicapai. Kalau mimpi, bangun tidur langsung hilang. Tapi kalau cita-cita sampai mati ia tak akan hilang. Mari kita bersama-sama bahu membahu untuk menggapai cita-cita besar ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini akan berdampak kepada kemajuan negeri kedepannya.*sir
 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus