Diskop dan UMKM Pelalawan Warning Koperasi Sakit

Rabu,02 April 2014 | 08:37:00
Diskop dan UMKM Pelalawan Warning Koperasi Sakit
Ket Foto : Kadiskop dan UMKM Pelalawan, Milyono M.Kes

PELALAWAN (PelalawanNews.com) - Pesatnya perkembangan koperasi di Kabupaten Pelalawan ternyata tak berbanding lurus dengan tujuannya. Padahal, koperasi dengan berbagaijenis usaha ekonomi, mulai dari KUD sampai koperasi petani dengan pola KKPA, tumbuh bak jamur dimusim hujan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan Usaha mikro Kecil menengah dan Mikro (Diskop dan UMKM) Kabupaten Pelalawan Drs Milyono MKes kepada PelalawanNews.com menyebutkan ada sekitar 237 Koperasi yang memiliki badan hukum di Kabupaten Pelalawan. Namun, dari jumlah tersebut hanya 60 koperasi saja yang dinyatakan sehat. Selebihnya, dalam kondisi sakit atau tidak mampu melaksanakan kewajiban Rapat Anggota Tahunan (RAT).

"Ya, jumlahnya mencapai 237 koperasi. Namun sangat disayangkan, hanya 60 koperasi atau 26 persen saja yang benar-benar menjalankan fungsinya. Selebihnya boleh dikatakan tak berjalan maksimal. Kita minta kepada pengurus koperasi yang sakit ini untuk segera berbenah. kalau tidak, badan hukumnya bisa dicabut," ucap Milyono kepada SP, Rabu (26/3).

Dia menyebutkan, semua itu lantaran banyak pengurus koperasi yang belum memiliki kemampuan manejerial, sehingga yang terjadi tiga perempat dari koperasi yang ada hanya memiliki papan nama saja. Sementara, berdasarkan standar dari Kementerian koperasi bahwa koperasi yang sehat adalah koperasi yang dikelola secara profesional dan dapat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan.

"Inilah yang menjadi kendala koperasi tidak sehat tersebut. Mereka tak mampu melaksanakan RAT lantaran tak memiliki ilmu manajerial. Sementara RAT itu mengindikasikan bahwa pengelolaan koperasi dilaksanakan secara transparan. Artinya, pengurus dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan anggota dengan melaporkan pembukuan selama satu tahun berjalan," terangnya.

Meski demikian, Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan tetap memberikan pembinaan terhadap koperasi yang tidak sehat tersebut. Berbagai upaya dilakukan dengan menempatkan tenaga Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) di setiap kecamatan yang ada. Tujuannya, tenaga PPKL ini yang nantinya akan menyambangi setiap koperasi  untuk kemudian diberi pelatihan terkait menajemen.

"Meski dalam aturannya jelas menyebutkan, koperasi yang tiga tahun tidak melaksanakan RAT bisa dilakukan pembekuan, namun itu tidak kita lakukan. Kita tetap mengutamakan upaya penyehatan koperasi. Untuk itu, maka pada tahun 2014 ini kita menargetkan sebanyak 177 koperasi yang sakit itu akan disehatkan dengan memberikan pembinaan dan pelatihan," ujarnya

Oleh sebab itu, kata Milyono, langkah penguatan internal koperasi harus segera dilakukan. Salah satunya dengan program pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan kepada semua koperasi. Pembinaan diintensifkan kepada koperasi yang sakit, sampai mereka mandiri dan mampu melaksanakan RAT dan begitu juga koperasi yang sehat.

“Caranya dengan melakukan pendampingan ke pada koperasi koperasi yang di nilai sakit tersebut” pungkas mantan Kadis Kesehetan ini.

Yasir

Tulis Komentar
comments powered by Disqus